PEMULASARAN JENAZAH
Oleh Zainal Abidin Nasri
Hukumnya FARDU
KIFAYAH
Meliputi
empat hal yaitu 1. Memandikan, 2.
Mengkafani, 3. Mensholati dan yang ke- 4. Mengkuburkannya.
PROSES MEMANDIKAN
JENAZAH
A.
Peralatan yang perlu disiapkan meliputi;
1.
Tempat untuk memandikan jenazah dalam kondisi
tertutup dan terlindung dari panas matahari.
2.
Alat untuk memandikan jenazah atau kursi jika
memandikan dengan cara dipangku.
3.
Alat-alat yang lain seperti ember, gayung dan
dan lain-lain yang diperlukan.
4.
Sarung tangan
5.
Handuk atau kain untuk mengusap air setelah
dimandikan
6.
Kain untuk salin jenazah setelah dimandikan
7.
Air bersih untuk memandikan
8.
Sabun mandi yang sudah dicairkan dan sampo
(jika perlu)
9.
Air daun bidara atau air daun jambu biji
10.
Bisa ditambah air kapur barus yang sudah
dilarutkan
B.
Langkah – langkah memandikan jenazah
1.
Membersihkan semua kotoran yang menempel
ditubuh jenazah seperti dibagian kuku, gigi dan telinga.
2.
Pakailah sarung tangan ditangan sebelah kiri
(untuk membersihkan lubang dubur).
3.
Menghilangkan sisa-sisa najis yang ada diperut
dengan cara diurut dengan pelan-pelan dari arah atas ke bawah sambil disiram
dengan air dan posisi kepala agak ditinggikan dan perut agar air (najis) tidak
mengalir ke atas kepala.
4.
Setelah dirasa cukup bersih maka segera
memandikan jenazah dengan diawali niat sebagai berikut :
نويت الغسل لهذا الميّت فرضا
لله تعالى
5.
Menyiramkan air bersih dari arah kepala sampai
kaki secara merata dengan mendahulukan anggota yang kanan kemudian kiri,
setelah itu menyiram bagian bawah atau punggung jenazah dengan cara agak
diangkat bagian sebelah kiri jenazah sehingga posisi jenazah agak sedikit
miring ke sebelah kanan.
6.
Berikutnya disiramkan air sabun secara merata
sambil digosok-gosok dengan lembut, dan untuk rambut dibersihkan dengan sampo.
7.
kemudian dibilas dengan air bersih dari atas
kepala hingga kaki dan sunah membasuh tiga kali agar bisa lebih merata.
8.
Langkah selanjutnya menyiramkan air daun bidara
atau air daun jambu biji agar tubuh mayit menjadi keset tidak licin.
9.
Lalu bilas lagi dengan air bersih secara merata
sampai tiga kali basuhan.
10.
Dan boleh ditambah dengan menyiramkan air kapur
barus sebagai langkah terakhir tanpa dibilas.
11.
Setelah selesai dimandikan, sunah hukumnya
jenazah untuk diwudhukan dan niatnya tetap wajib sebagaimana berikut :
نويت الوضوء لهذا الميّت فرضا
لله تعالى
12.
Cara mewudhukakannya sama seperti biasa yaitu
membasuh secara urut dari membasuh muka hingga kaki.
13.
Setelah sempurna ganti kain yang basah dengan
yang kering sebagai handuk dengan cara menaruh kain kering diatas kemudian
menarik kain basah ke bawah (dari arah kaki) lalu diusap – usap dengan halus
anggota tubuh yang masih basah agar cepat kering.
14.
Kemudian ganti lagi kain yang digunakan untuk
handuk tadi denagn kain yang kering, dan jenazah siap untuk dikafani.
PROSES
MENGKAFANI JENAZAH
A.
Peralatan yang perlu disiapkan meliputi;
1.
Kain kafan
a.
Laki – laki 3 lapis tanpa baju kurung dan
sarung
b.
Perempuan 5 lapis; 3 lapis untuk pembungkus
ditambah baju kurung, nyamping dan kerudung
2.
Kapas secukupnya yang telah ditaburi bubuk kayu
cendana
3.
Bubuk kapur barus
4.
Minyak wangi
5.
Bunga melati
6.
Boleh ditambah kemenyan yang dibakar selama
proses mengkafani untuk menambah aroma khas dan menghilangkan bau ruangan.
B.
Langkah – langkah mengkafani jenazah laki-laki
1.
Potong kain kafan tiga lembar sepanjang tubuh
jenazah dengan dilebihi kurang lebih 30 cm bagian kepala dan 30 cm bagian kaki
untuk memocong.
2.
Siapkan tali pocong 5 ikat ditata bagian paling
bawah dan sebaiknya menata langsung diatas keranda yang telah diberi alas yang
bersih, kemudian bentangkan kain kafan selembar demi selembar, dan sebaiknya
masing-masing helai ditaburi kapur barus dan sisa-sisa bubuk kayu cendana (jika
masih ada).
3.
Letakkan jenazah diatasnya dengan posisi
menghadap kearah kiblat.
4.
Menutup lubang-lobang tubuh dengan kain kapas
seperti lobang dubur, kemaluan, mulut, hidung dan telinga, juga sendi-sendi
tulang seperti jari-jari tangan dan kaki, lutut, siku-siku dan lain-lain.
5.
Melipat kain kafan sebelah kanan terlebih
dahulu tiga lembar sekaligus kemudian bagian kiri, sambil diangkat kain penutup jenazah dengan hati-hati agar aurat jenazah tidak kelihatan dan ikat kain kafan dibagian pinggang
terlebih dahulu dengan posisi ikatan menyamping sebelah kiri badan jenazah agar
mudah melepaskannya saat jenazah di liang lahat. Kemudian ikat kain kafan bagian lutut
dan kaki. Selanjutnya ikat kain kafan bagian dada dan terakhir ikat tali pocong kepala.
6.
Selanjutnya taburkan bunga melati dan usapkan
minyak wangi sepanjang kain kafan. Dan jenazah siap untuk disholati.
PROSES
MENSHOLATI JENAZAH
A.
Persiapan
1.
Letakkan jenazah secara melintang dengan posisi
kepala disebelah selatan jika jenazahnya laki-laki, dan disebelah utara jika jenazahnya
perempuan.
2.
Jika sholat jenazah didalam masjid atau
musholla maka kaki keranda diberi alas agar tidak mengotori masjid/musholla.
3.
Dibacakan surat al-Ikhlas dan tahlil sambil
menunggu jama’ah lain yang akan mengikuti sholat jenazah.
B.
Prosesi sholat jenazah laki-laki
1.
Posisi imam berdiri mendekat kearah kepala
jenazah jika jenazahnya laki-laki, dan diarah perut jika jenazahnya perempuan.
2.
Takbir empat kali dengan niat sholat sebagai
berikut:
أصلى على هذا
الميّت أربع تكبيرات فرضا الكفاية إماما/مأموما لله تعالى
3.
Setelah takbir pertama membaca surat Al-Fatihah
4.
Takbir kedua membaca sholawat Nabi, paling
lengkap membaca sholawat Ibrahimmiyah dan minimalnya membaca kalimah;
اللهم صلى على سيدنا محمد
5.
Takbir ketiga membaca doa untuk jenazah,
minimalnya membaca doa;
اللهم اغفر له وارحمه وعافه
واعف عنه
6.
Takbir keempat juga mendoakan jenazah,
minimalnya membaca doa;
اللهم لا
تحرمنا أجره ولا تفـتـنّا بعده واغفرلنا وله
7.
Selanjutnya salam sebagai penutup sholat
8.
Setelah salam membaca kalimat thoyibah secara
bersama-sama dengan dipandu oleh Imam, sebagaimana berikut;
لاإله إلاالله – العافي بعد
قدرته
لاإله إلاالله – الباقي بعد
فناء خلقه
لاإله إلاالله – كل شيء هالك
إلا وجهه
الفاتحة ......
9.
Lalu mendokan jenazah lagi.
10.
Selanjutnya jenazah siap untuk dikuburkan.
PROSES
MENGKUBUR JENAZAH
A.
Proses awal dan peralatan yang perlu disiapkan
meliputi;
1.
Buat liang lahat sepanjang tubuh jenazah dengan
dilebihi kurang lebih 30 cm bagian atas dan 30 cm bagian kaki, dengan kedalaman
satu pengadek orang dewasa.
2.
Papan penutup atau bambu yang telah dipotong
sesuai ukuran untuk menutup dengan posisi miring sepanjang liang lahat.
3.
Kerai bambu dengan ukuran yang telah
disesuaikan untuk menutup bagian lapis kedua.
4.
Daun pisang secukupnya sebagai penutup lapis
ketiga dan berfungsi untuk menutupi sela-sela bambu yang masih terlihat.
5.
Batu nisan
6.
Air bunga kembang telon atau bunga melati.
7.
Gelu sebanyak 7 buah atau bantalan untuk
mengganjal jenazah agar tidak berbalik, terbuat dari bulatan-bulatan tanah liat
sebesar buah naga. Pada masing-masing bantalan dibacakan surat al-Qodr sebanyak
7 kali.
B.
Prosesi mengkubur Jenazah
1.
Letakkan keranda di sebelah selatan liang lahat
atau arah kaki jenazah dengan posisi sejajar.
2.
Lolos jenazah dari keranda dengan diangkat
secara bersama-sama dan posisi kepala lebih dulu (kepala disebelah utara).
Sambil membaca kalimah thoyibah sebagai berikut :
بسم الله وعلى ملّة رسول الله
صلّى الله عليه وسلّم
3.
Tiga orang berada diliang lahat siap menerima
dan memasukkan dengan pelan-pelan dan menaruh jenazah dengan posisi miring ke
kanan.
4.
Salah seorang mengumandangkan adzan dan
dilanjut dengan iqomah.
5.
Lepas semua tali pocong dan posisikan ujung
kaki dan pipi jenazah menempel dengan tanah secara langsung.
6.
Taruh gelu yang berjumlah tujuh pada posisi
kepala, punggung, pinggang, pantat, pupu, ketol dan kaki.
7.
Tutup dengan papan atau bambu sempai menutupi
seluruh ujung liang lahat.
8.
Tutup lagi dengan kerai bambu dan dengan daun
pisang.
9.
Timbun liang lahat dengan tanah sambil imam
membacakan tahlil hingga selesai seluruh liang lahat tertimbun dengan tanah.
10.
Timbunan tanah dibuat gundukan dan
ujung-ujungnya ditaruh batu nisan sebagai tanda.
11.
Siramkan air kembang telon atau bunga melati
sepanjang batu nisan.
12.
Berikutnya jenazah ditalkin dan dibacakan
doa-doa.
SELESAI
WALLAHU A’LAM
Pekalongan,
29 Rabiul Tsani 1437 H.
8
Februari 2016 M.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar