Minggu, 06 Maret 2016

Panduan Ujian Praktek Mapel Fikih

PEMULASARAN JENAZAH
Oleh Zainal Abidin Nasri

Hukumnya FARDU KIFAYAH
Meliputi empat hal yaitu  1. Memandikan, 2. Mengkafani, 3. Mensholati dan yang ke- 4. Mengkuburkannya.

PROSES MEMANDIKAN JENAZAH

A.    Peralatan yang perlu disiapkan meliputi;
1.      Tempat untuk memandikan jenazah dalam kondisi tertutup dan terlindung dari panas matahari.
2.      Alat untuk memandikan jenazah atau kursi jika memandikan dengan cara dipangku.
3.      Alat-alat yang lain seperti ember, gayung dan dan lain-lain yang diperlukan.
4.      Sarung tangan
5.      Handuk atau kain untuk mengusap air setelah dimandikan
6.      Kain untuk salin jenazah setelah dimandikan
7.      Air bersih untuk memandikan
8.      Sabun mandi yang sudah dicairkan dan sampo (jika perlu)
9.      Air daun bidara atau air daun jambu biji
10.  Bisa ditambah air kapur barus yang sudah dilarutkan


B.     Langkah – langkah memandikan jenazah
1.      Membersihkan semua kotoran yang menempel ditubuh jenazah seperti dibagian kuku, gigi dan telinga.
2.      Pakailah sarung tangan ditangan sebelah kiri (untuk membersihkan lubang dubur).
3.      Menghilangkan sisa-sisa najis yang ada diperut dengan cara diurut dengan pelan-pelan dari arah atas ke bawah sambil disiram dengan air dan posisi kepala agak ditinggikan dan perut agar air (najis) tidak mengalir ke atas kepala.
4.      Setelah dirasa cukup bersih maka segera memandikan jenazah dengan diawali niat sebagai berikut :
نويت الغسل لهذا الميّت فرضا لله تعالى
5.      Menyiramkan air bersih dari arah kepala sampai kaki secara merata dengan mendahulukan anggota yang kanan kemudian kiri, setelah itu menyiram bagian bawah atau punggung jenazah dengan cara agak diangkat bagian sebelah kiri jenazah sehingga posisi jenazah agak sedikit miring ke sebelah kanan.
6.      Berikutnya disiramkan air sabun secara merata sambil digosok-gosok dengan lembut, dan untuk rambut dibersihkan dengan sampo.
7.      kemudian dibilas dengan air bersih dari atas kepala hingga kaki dan sunah membasuh tiga kali agar bisa lebih merata.
8.      Langkah selanjutnya menyiramkan air daun bidara atau air daun jambu biji agar tubuh mayit menjadi keset tidak licin.
9.      Lalu bilas lagi dengan air bersih secara merata sampai tiga kali basuhan.
10.  Dan boleh ditambah dengan menyiramkan air kapur barus sebagai langkah terakhir tanpa dibilas.
11.  Setelah selesai dimandikan, sunah hukumnya jenazah untuk diwudhukan dan niatnya tetap wajib sebagaimana berikut :
نويت الوضوء لهذا الميّت فرضا لله تعالى
12.  Cara mewudhukakannya sama seperti biasa yaitu membasuh secara urut dari membasuh muka hingga kaki.
13.  Setelah sempurna ganti kain yang basah dengan yang kering sebagai handuk dengan cara menaruh kain kering diatas kemudian menarik kain basah ke bawah (dari arah kaki) lalu diusap – usap dengan halus anggota tubuh yang masih basah agar cepat kering.
14.  Kemudian ganti lagi kain yang digunakan untuk handuk tadi denagn kain yang kering, dan jenazah siap untuk dikafani.


PROSES MENGKAFANI JENAZAH

A.    Peralatan yang perlu disiapkan meliputi;
1.      Kain kafan
a.     Laki – laki 3 lapis tanpa baju kurung dan sarung
b.     Perempuan 5 lapis; 3 lapis untuk pembungkus ditambah baju kurung, nyamping dan kerudung
2.      Kapas secukupnya yang telah ditaburi bubuk kayu cendana
3.      Bubuk kapur barus
4.      Minyak wangi
5.      Bunga melati
6.      Boleh ditambah kemenyan yang dibakar selama proses mengkafani untuk menambah aroma khas dan menghilangkan bau ruangan.

B.     Langkah – langkah mengkafani jenazah laki-laki
1.      Potong kain kafan tiga lembar sepanjang tubuh jenazah dengan dilebihi kurang lebih 30 cm bagian kepala dan 30 cm bagian kaki untuk memocong.
2.      Siapkan tali pocong 5 ikat ditata bagian paling bawah dan sebaiknya menata langsung diatas keranda yang telah diberi alas yang bersih, kemudian bentangkan kain kafan selembar demi selembar, dan sebaiknya masing-masing helai ditaburi kapur barus dan sisa-sisa bubuk kayu cendana (jika masih ada).
3.      Letakkan jenazah diatasnya dengan posisi menghadap kearah kiblat.
4.      Menutup lubang-lobang tubuh dengan kain kapas seperti lobang dubur, kemaluan, mulut, hidung dan telinga, juga sendi-sendi tulang seperti jari-jari tangan dan kaki, lutut, siku-siku dan lain-lain.
5.      Melipat kain kafan sebelah kanan terlebih dahulu tiga lembar sekaligus kemudian bagian kiri, sambil diangkat kain penutup jenazah dengan hati-hati agar aurat jenazah tidak kelihatan dan ikat kain kafan dibagian pinggang terlebih dahulu dengan posisi ikatan menyamping sebelah kiri badan jenazah agar mudah melepaskannya saat jenazah di liang lahat. Kemudian ikat kain kafan bagian lutut dan kaki. Selanjutnya ikat kain kafan bagian dada dan terakhir ikat tali pocong kepala.
6.      Selanjutnya taburkan bunga melati dan usapkan minyak wangi sepanjang kain kafan. Dan jenazah siap untuk disholati.


PROSES MENSHOLATI JENAZAH

A.    Persiapan
1.      Letakkan jenazah secara melintang dengan posisi kepala disebelah selatan jika jenazahnya laki-laki, dan disebelah utara jika jenazahnya perempuan.
2.      Jika sholat jenazah didalam masjid atau musholla maka kaki keranda diberi alas agar tidak mengotori masjid/musholla.
3.      Dibacakan surat al-Ikhlas dan tahlil sambil menunggu jama’ah lain yang akan mengikuti sholat jenazah.

B.     Prosesi sholat jenazah laki-laki
1.      Posisi imam berdiri mendekat kearah kepala jenazah jika jenazahnya laki-laki, dan diarah perut jika jenazahnya perempuan.
2.      Takbir empat kali dengan niat sholat sebagai berikut:
 أصلى على هذا الميّت أربع تكبيرات فرضا الكفاية إماما/مأموما لله تعالى
3.      Setelah takbir pertama membaca surat Al-Fatihah
4.      Takbir kedua membaca sholawat Nabi, paling lengkap membaca sholawat Ibrahimmiyah dan minimalnya membaca kalimah;
 اللهم صلى على سيدنا محمد
5.      Takbir ketiga membaca doa untuk jenazah, minimalnya membaca doa;
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه
6.      Takbir keempat juga mendoakan jenazah, minimalnya membaca doa;
اللهم لا تحرمنا أجره ولا تفـتـنّا بعده واغفرلنا وله
7.      Selanjutnya salam sebagai penutup sholat
8.      Setelah salam membaca kalimat thoyibah secara bersama-sama dengan dipandu oleh Imam, sebagaimana berikut;
لاإله إلاالله – العافي بعد قدرته
لاإله إلاالله – الباقي بعد فناء خلقه
لاإله إلاالله – كل شيء هالك إلا وجهه
الفاتحة ......                            

9.      Lalu mendokan jenazah lagi.
10.  Selanjutnya jenazah siap untuk dikuburkan.


PROSES MENGKUBUR JENAZAH

A.    Proses awal dan peralatan yang perlu disiapkan meliputi;
1.      Buat liang lahat sepanjang tubuh jenazah dengan dilebihi kurang lebih 30 cm bagian atas dan 30 cm bagian kaki, dengan kedalaman satu pengadek orang dewasa.
2.      Papan penutup atau bambu yang telah dipotong sesuai ukuran untuk menutup dengan posisi miring sepanjang liang lahat.
3.      Kerai bambu dengan ukuran yang telah disesuaikan untuk menutup bagian lapis kedua.
4.      Daun pisang secukupnya sebagai penutup lapis ketiga dan berfungsi untuk menutupi sela-sela bambu yang masih terlihat.
5.      Batu nisan
6.      Air bunga kembang telon atau bunga melati.
7.      Gelu sebanyak 7 buah atau bantalan untuk mengganjal jenazah agar tidak berbalik, terbuat dari bulatan-bulatan tanah liat sebesar buah naga. Pada masing-masing bantalan dibacakan surat al-Qodr sebanyak 7 kali.

B.     Prosesi mengkubur Jenazah
1.      Letakkan keranda di sebelah selatan liang lahat atau arah kaki jenazah dengan posisi sejajar.
2.      Lolos jenazah dari keranda dengan diangkat secara bersama-sama dan posisi kepala lebih dulu (kepala disebelah utara). Sambil membaca kalimah thoyibah sebagai berikut :
بسم الله وعلى ملّة رسول الله صلّى الله عليه وسلّم
3.      Tiga orang berada diliang lahat siap menerima dan memasukkan dengan pelan-pelan dan menaruh jenazah dengan posisi miring ke kanan.
4.      Salah seorang mengumandangkan adzan dan dilanjut dengan iqomah.
5.      Lepas semua tali pocong dan posisikan ujung kaki dan pipi jenazah menempel dengan tanah secara langsung.
6.      Taruh gelu yang berjumlah tujuh pada posisi kepala, punggung, pinggang, pantat, pupu, ketol dan kaki.
7.      Tutup dengan papan atau bambu sempai menutupi seluruh ujung liang lahat.
8.      Tutup lagi dengan kerai bambu dan dengan daun pisang.
9.      Timbun liang lahat dengan tanah sambil imam membacakan tahlil hingga selesai seluruh liang lahat tertimbun dengan tanah.
10.  Timbunan tanah dibuat gundukan dan ujung-ujungnya ditaruh batu nisan sebagai tanda.
11.  Siramkan air kembang telon atau bunga melati sepanjang batu nisan.
12.  Berikutnya jenazah ditalkin dan dibacakan doa-doa.



SELESAI
WALLAHU A’LAM






Pekalongan,  29 Rabiul Tsani 1437 H.
8   Februari   2016 M.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar